
Dari pantauan Bidik Banten, tumpukan sampah yang berada disekitar Lingkungan tersebut sudah pernah dilakukan pengurugan dengan menggunakan alat berat untuk mengurangi rasa bau yang ditimbulkan oleh tumpukan sampah, namun tidak lama tumpukan sampah kembali menggunung sehingga menimbulkan bau yang menyengat kembali.
Kurangnya kesadaran masyararakat dan perhatian Pemerintah untuk mencari solusi permasalahan sampah yang berada dilingkungan Cikerut tersebut berdampak menimbulkan berbagai macam penyakit kulit seperti gatal gatal dan menjadi sarang nyamuk.
Menurut warga sekitar, Masduki mengatakan sampah yang berada disekitar wilayahnya sudah sering menjadi keluhan masyarakat dan telah disampaikan saat acara Resses anggota DPRD kota Cilegon dari dapil Cibeber.
“Sampah tersebut sudah kami sampaikan pada waktu reses anggota Dewan dapil Cibeber agar secepatnya bisa disediakan tempat sampah, agar tidak menumpuk acak-acakan sampai ke kali yang bisa menimbulkan penyakit”ucapnya.
Bahkan pihak Kelurahan Karang Asem pernah meminta nomor telpon pemilik lahan yang menjadi tumpukan sampah rumah tanga dan puing puing bangunan itu, agar bisa dihubungi dan di musyawarahkan supaya disediakan bak sampah bagi masyarakat.
“Pernah pak Seklur meminta no hape pemilik lahan, dan sudah saya kasih agar secepatnya memanggil pihak pemilik lahan untuk minta izin ditempati bak sampah, sampai saat ini tidak ada kelanjutan dari pihak Seklur Kelurahan Karang Asem untuk secepatnya membenahi masalah sampah di Lingkungan Cikerut ini”ujarnya.
Sampai saat ini pihak kelurahan Karang Asem belum bisa dikonfirmasi terkait tumpukan sampah yang berada di Lingkungan Cikerut tersebut.
(Priadz)